The Introduction Post, Take Two.

Home » Kisah » The Introduction Post, Take Two.

2018 silam Aku pernah membuat postingan perkenalan di blog ini. Enam tahun lebih berlalu, banyak yang berubah. Waktunya update.

Kalau kamu pernah baca post intro lamaku (big thanks!), pasti paham tentang histori ngegimku.

Sejak saat itu, ada satu bab besar yang ingin aku sedikit bagikan: Aku sekarang udah jadi ayah.

sekelompok teman sedang bersenang-senang bermain gim video di arkade.
Photo by RDNE Stock project on Pexels.com

Mungkin menjadi seorang ayah bukan sebuah kejutan besar, tapi relevansinya begitu berpengaruh pada hobi dan pandanganku.

Bocah 22 tahun itu dulu sempat iseng nyoba ngeblog sambil galau ngerjain tugas kuliah dan skripsi.

Sekarang, bocah yang sama tadi udah punya anak balita yang bikin definisi “waktu luang”-nya berubah total. Apa yang baru?

Mencocokan Ritme Hidup Baru

Main gim video kala itu memang benar-benar gak tahu waktu. Setiap ada momen senggang, menerjang sesi ngegim itu ibarat orang yang kena candu.

Setiap malam, sesi ngegim ibarat perang atrisi. Siapa yang KO duluan, dia menjadi sinyal bagi kami untuk menghentikan sesi itu.

Belum lagi aku dan teman-teman ngegimku pegang prinsip “Kalau kita belum menang lanjut terus match-nya, ya!”

Sekarang? Oh tidak bisa, bro, kalau masih pakai cara lama.

Aku dan beberapa teman ngegim yang ada pada situasi yang sama, beralih ke taktik gerilya.

Selesai ngelonin anak sampai tidur pulas, baru deh Aku bisa nyalain laptop untuk buka game dan mulai bermain.

Itu juga kalau mata masih kuat buat melek 😪

close up of a dad and his little baby sleeping together
Photo by Pixabay on Pexels.com

Gempuran pada Raga dari Tugas dan Tanggung Jawab Baru

Ternyata gak cuma waktu yang terbatas, tapi juga raga ini udah gak bisa menerjang sesi ngegame malam terlalu lama.

Gempuran pekerjaan yang gila-gilaan Aku perjuangkan demi menjaga quality time bersama keluarga dan anak.

Alhasil pasokan energi ini mulai menipis di jam-jam malam.

Tentu ini bukan salah situasi semata. Aku sadar bahwa harus memulai perbaikan gaya hidup & pola makan.

Jujur aja, Aku sempat mikir hobi ini bakal mati pelan-pelan, lho.

Waktu 2 jam buat mabar gim bersama teman sudah menjadi barang mewah yang nyaris mustahil karena alasan-alasan tadi.

Tapi ternyata, keterbatasan ini justru membuat Aku belajar cara baru untuk menikmati hobi ini.

Bukan dengan maksain diri, tapi adopsi cara baru dengan ritme hidup sekarang yang serba padat dan terbatas.

Kenapa aku Balik Lagi Ke Sini

Waktu masih kuliah, tujuan nulisku ini adalah sekadar mengisi waktu luang di sela mengerjakan tugas akhir.

Main game sampai terasa cukup, habis itu Aku tulis ulasannya. Siklus ini terus aku ulangi setiap malam.

Terbukti, motivasi seperti itu gak bisa mendorong kuat diriku untuk rajin menulis.

Butuh dorongan mendasar yang lebih kuat dan nyata. Alasan fundamental yang perlu digali tentang arti dan makna menulis di blog ini.

Setelah Aku introspeksi pola pikir ku, akhirnya terungkap dengan jelas apa yang menjadi masalah. Idealisme dan perfeksionisme.

Aku pikir mengapa, sih, Aku tidak memanfaatkan cost yang sudah keluar untuk membangun website ini dengan baik.

Ngapain terlalu lama membangun plan yang ternyata hanya akan menjadi sampah di Google Drive-ku.

Ternyata done is better than perfect itu memang benar adanya.

Penyesalan berulang-ulang membuatku sadar kalau Aku terlalu mengejar kesempurnaan. Itu hanyalah ego yang mengambil alih kemampuanku untuk mencipta. Nyatanya, semua orang pasti pernah berbuat salah.

Dan tanpa melakukan kesalahan apalagi di hadapan orang lain, Aku tidak akan pernah tersadarkan di mana letak perbaikanku.

Jangan menjadi kritik hanya bagi diri sendiri, lebih baik berani menerima kesalahan dan belajar dari situ.

man in a cell looking at light coming from a window
Photo by David Geghamyan on Pexels.com

Okay, kayaknya aku sedikit keluar jalur ya, hahaha. Kembali lagi…

Semakin Aku membiarkan diriku jauh dari hobiku ini, maka rasa takut akan kematian hobi ini menjadi semakin nyata.

Dengan memaksakan diri untuk rajin menulis dan berinteraksi dengan hobiku, Aku lebih terlibat dan hadir terhadap gim dan konten-kontennya

Ada keinginan yang kuat buat ninggalin jejak untuk diri sendiri di masa depan, ketika Aku semakin tua anak-anakku turut dewasa.

Supaya Aku dan anakku bisa terkenang bahwa ternyata kesibukan dalam hidup adalah hal yang wajar. Perjalanan di dalamnya penuh makna yang bisa dikenang dan dijadikan pelajaran.

Aku juga termotivasi berkat kawanku di situasi yang sama, tetap mampu konsisten menuangkan isi hati dan pikirannya ke medium lain. Gak sedikit juga dari mereka yang sedang merintis. 

Gak cuma kembali membawa ulasan game saja, tetapi Aku kini kembali dengan penuh ambisi dan inspirasi. 

Apa yang Bakal Kamu Temui di Sini

Aku akan tetap membahas gim—dari yang populer sampai yang samar sekalipun, sesuai dengan semangat blog ini dari awal. 

Sekarang bakal ada warna baru: perspektif sebagai gamer yang waktunya terbatas. Bagaimana cermat memilih gim dan cara main baru biar sesi bermain tetap masuk akal di sela quality time keluarga.

Selain gim video, Aku cukup terpapar dengan genre tabletop games dan TTRPG seperti Dungeons & Dragons dan Pathfinder. Aku punya segudang hal yang ingin aku share bareng dalam blog ini.

people playing card games
Photo by Pavel Danilyuk on Pexels.com

Banyak life lesson yang Aku dapatkan tapi hanya sekadar lewat di telinga atau terkubur di bawah sadar.

Aku merasa banyak yang perlu di tulis dan dibagikan. Pelajaran dan pengalaman itu bisa lebih terpatri lagi agar membentuk karakter pribadi yang semakin dewasa.

Boleh dibilang, saat ini Aku ada di golongan gamer dad. Menjadi suami sekaligus ayah yang lagi bersikeras bagi waktu antara hobi dan tanggung jawab hidup.

Semoga apa yang aku tulis bisa berkaitan dan bermanfaat—minimal bisa jadi teman ngobrol saat Kamu sedang ngelonin anak tidur.

Penutup

Bisa jadi, Kamu juga sedang menjalani fase hidup baru sebagai new parent, bersikeras menyelaraskan hobi dan kewajiban.

Gimana caramu tetap menyempatkan waktu untuk mengeksplor hal yang kamu suka?

Share di komentar, ya, siapa tau kita bisa saling tukar cerita atau tips di sini.

Terima kasih sudah mampir dan baca ulang perkenalanku sampai di bawah ini. See you di jamuan kopi & cipeng berikutnya.

Beri Tanggapanmu